klik sini untuk memudahkan..

Jumaat, 20 Disember 2013

METODE DAN TEKNIK BIMBINGAN KONSELING ISLAM

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 METODE DAN TEKNIK BIMBINGAN KONSELING ISLAM
            Dalam pengertian harfiyyah, metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan, karena kata metode berasal dari meta yang berarti melalui dan hodos berarti jalan. Metode lazim diartikan sebagai jarak untuk mendekati masalah sehingga diperoleh hasil yang memuaskan, sementara teknik merupakan pernerapan metode tersebut dalam praktek. Dalam pembicaraan ini kita akan melihat bimbingan dan konseling sebagai proses komunikasi .Oleh karenanya, berbeda sedikit dari bahasan-bahasan dalam berbagai buku tentang bimbingan dan konseling, metode bimbingan dan konseling Islam ini akan diklasifikasikan berdasarkan segi komunikasi tersebut.
Metode bimbingan dan konseling Islam berbeda halnya dengan metode dakwah. Sebagai kita ketahui metode dakwah meliputi : metode ceramah, metode tanya jawab, metode debat, metode percakapan antar pribadi, metode demonstrasi, metode dakwah Rasulullah SAW, pendidikan agama dan mengunjungi rumah (silaturrahmi). Demikian pula bimbingan dan konseling Islam bila dikalsifikasikan berdasarkan segi komunikasi, Pengelompokannya menjadi: [1]
1.      Metode lansung
2.      Metode tidak lansung
Metode Lansung
            Metode lansung adalah metode dimana  pembimbing melakukan komunikasi lansung (bertatap muka) dengan orang yang dibimbingnya. Metode ini dapat dirinci lagi menjadi :
Metode Individual
Bimbingan konseling individu yaitu bimbingan konseling yang memungkinkan klien mendapat layanan langsung tatap muka dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan yang sifatnya pribadi yang dideritanya. Dalam konseling ini hendaknya konselor bersikap penuh simpati dan empati. Simpati artinya menunjukkan adanya sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien. Dan empati artinya berusaha menempatkann diri dalam situasi diri klien dengan segala masalah-masalah yang dihadapinya. Dengan sikap ini klien akan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada konselor. Dan ini sangat membantu keberhasilan konseling.
Bentuk Khusus Teknik Konseling:
·         Konselor yang paling berperan
·         Konselor berusaha mengarahkan konseli sesuai dengan masalahnya.
·         Berpusat pada konseli
·         Konselor hanya menampung pembicaraan yang berperan konseli
·         Konseli bebas bicara, sedangkan konselor menampung dan mengarahkan.
Pembimbing dalam hal ini melakukan komunikasi langsung secara individual dengan pihak yang dibimbingnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik :[2]
1.      Percakapan pribadi, yakni pembimbing melakukan dialog langsung tatap muka dengan pihak yang dibimbing.
2.      Kunjungan ke rumah (home visit), yakni pembimbing mengadakan dialog dengan kliennya tetapi dilaksanakan di rumah klien sekaligus untuk mengamati keadaan rumah klien dan lingkungannya.
3.      Kunjungan dan Observasi kerja, yakni pembimbing/konseling jabatan, melakukan percakapan individual sekaligus mengamati kerja klien dan lingkungannya.
Metode Kelompok
            Pembimbing melakukan komunikasi lansung dengan klien dalam kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan teknik-teknik:
1.      Diskusi kelompok. Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana murid-murid akan mendapat kesempatan untuk memecahkan masalah bersama-sama. Setiap murid dapat menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suatu masalah.
Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggung jawab dan harga diri.
2.      Karyawisata (field trip). Karyawisata atau field trip selain berfungsi sebagai kegiatan rekreasi atau metode mengajar, dapat pula berfungsi sebagai salah satu tehnik dalam bimbingan kelompok. Dengan berkaryawisata murid mendapat kesempatan meninjau objek-objek yang menarik dan mereka mendapat informasi yang lebih baik dari objek itu. Disamping itu murid-murid mendapat kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam kehidupan kelompok, misalnya dalam berorganisasi, kerja sama, rasa tanggungjawab, percaya pada diri sendiri. Juga dapat mengembangkan bakat dan cita-cita yang ada. Dalam contoh seorang anak dapat kesempatan untuk mengembangkan kesenangannya dan bakatnya dalam karyawisatanya. Ia dapat menunjukkan kemampuannya kepada teman-temannya dan mengembalikan harga dirinya.
3.      Sosiodrama. Sosiodrama dipergunakan sebagai suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah social dengan melalui kegiatan bermain peranan. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu masalah social. Dalam kesempatan itu individu akan menghayati secara langsung situasi masalah yang dihadapinya. Dari pementasan itu kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalahnya.
4.      Psikodrama. Jika sosiodrama merupakan tehnik memecahkan masalah social, maka psikodrama adalah tehnik untuk memecahkan masalah-masalah psychis yang dialami oleh individu. Dengan memerankan suatu peranan tertentu, konflik atau ketegangan yang ada dalam dirinya dapat dikurangi atau dihindari. Kepada sekelompok murid dikemukakan suatu cerita yang didalamnya tergambarkan adanya ketegangan psyshis yang dialami individu. Kemudian murid-muri d diminta untuk memainkan dimuka kelas. Bagi murid yang mengalami ketegangan, permainan dalam peranan itu dapat mengurangi ketegangannya. 
5.      Remedial teaching. Remedial teaching atau pengajaran remedial yaitu bentuk pengajaran yang diberikan seorang murid untuk membantu memecahkan kesulitan belajar yang dihadapinya. Remedial ini mungkin berbentuk bermacam-macam seperti penambahan pelajaran, pengulangan kembali, latihan-latihan, penekanan aspek-aspek tertentu, tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami murid. Tehnik remedial ini dilakukan setelah diadakan diagnose terhadap kesulitan yang dialami murid.
Metode Tidak Langsung
Metode tidak langsung (metode komunikasi tidak langsung) adalah metode bimbingan/konseling yang dilakukan melalui media komunikasi masa. Hal ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok, bahkan massal.
a.       Metode Individual
1.      Melalui Surat Menyurat
2.      Melalui Telepon dsb
b.      Metode Kelompok/massal :
1.      Melalui Papan Bimbingan
2.      Melalui Surat Kabar / Majalah
3.      Melalui Brosur
4.      Melalui Radio (media audio)
5.      Melalui Televisi
Metode dan teknik mana yang dipergunakan dalam melaksanakan bimbingan atau konseling, tergantung pada :[3]
a.       Masalah/problem yang sedang dihadapi/digarap
b.      Tujuan penggarapan masalah
c.       Keadaan yang dibimbing/klien
d.      Kemampuan pembimbing/konselor memepergunakan metode/teknik
e.       Sarana dan Prasarana yang tersedia
f.       Kondisi dan situasi lingkungan sekitar
g.      Organisasi dan administrasi layanan bimbingan & konseling
h.      Biaya yang tersedia
2.2 TEKNIK BIMBINGAN
            Ada beberapa macam teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan individu, yaitu konseling, nasihat, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mengajar bernuansa bimbingan.
1.      Konseling
Konseling merupakan bantuan yang bersifat terapeutik yang diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku individu. Konseling dilaksanakan melalui wawncara (konseling) langsung dengan individu. Konseling ditujukan kepada individu yang normal, bukan yang mengalami kesulitan kejiwaan, melainkan hanya mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.
Dalam konseling berisi proses belajar yang ditujukan agar konseli (individu) dapat mengenal diri, menerima, mengarahkan, dan menyesuaikan diri secara realistis dalam kehidupannya di kampus ataupun luar kampus. Dalam konseling tercipta hubungan pribadi yang unik dan khas dengan hubungan tersebut individu diarahkan agar dapat membuat keputusan, pemilihan, dan rencana yang bijaksana, serta dapat berkembang dan berperan lebih baik di lingkungannya.[4]
2.      Nasihat
Nasihat merupakan salah satu teknik bimbingan yang dapat diberikan oleh konslor ataupun pembimbing. Pemberian nasihat hendaknya memerhatikan hal-hal sebagi berikut.
a)      Berdasarkan masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh klien (individu),
b)      Diawali dengan menghimun data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi,
c)      Nasihat yang diberikan bersifat alternative yang dapat dipilih oleh individu, disertai kemungkinan keberhasilan dan kegagalan.
d)     Hendaknya, individu mau dan mampu mempertanggungjawabkan keputusan yang diambilnya.
3.      Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan sosial.
Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam tiga kelompok, yaitu kelompok kecil (2 – 6 orang), kelompok sedang (7 – 12 orang), dan kelompok besar (13 – 20 orang) ataupun kelas (20-40 orang). Pemberian informasi dalam bimbingan kelompok terutama dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang kenyataan, aturan-aturan dalam kehidupan, dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan tugas, serta meraih masa depan dalam studi, karier, ataupun kehidupan. Aktivitas kelompok diarahkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan pemahaman lingkungan, penyesuaian diri, serta pengembangan diri.[5]

4.      Konseling Kelompok
Konseling kelompok merupakan bantuan kepada individu dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, serta diarahkan pada pemberian kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Konseling kelompok bersifat pencegahan dalam arti, bahwa individu yang bersangkutan mempunyai kemampuan normal atau berfungsi secara wajar dalam masyarakat, tetapi memiliki beberapa kelemahan dalam kehidupannya sehingga mengganggu kelancaran berkomunikasi dengan orang lain. Konseling kelompok bersifat memberi kemudahan bagi pertumbuhan dan perkembangan individu, dalam arti memberi kesempatan, dorongan, juga pengarahan kepada individu-individu yang bersangkutan untuk mengubah sikap dan perilakunya selaras dengan lingkungannya.
Individu dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu normal yang memiliki berbagai kepedulian dan kemampuan, serta persoalan yang dihadapi bukanlah gangguan kejiwaan yang tergolong sakit, hanya kekeliruan dalam penyesuaian diri.[6]
5.      Mengajar Bernuansa Bimbingan
Bimbingan waktu mengajar yang dapat dilakukan oleh dosen berupa menjelaskan tujuan dan manfaat perkuliahan, cara belajar, mata kuliah yang diberikan, dorongan untuk berprestasi, membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi individu, penyelesaian tugas, merencanakan asa depan, memberikan fasilitas belajar, member kesempatan untuk berprestasi, dan lain-lain.
Secara umum, bimbingan yang dapat diberikan guru/dosen sambil mengajar adalah (1) mengenal dan memahami individu secara mendalam; (2) memberikan perlakuan dengan memerhatikan perbedaan individual; (3) memperlakukan individu secara manusiawi; (4) memberi kemudahan untuk mengembangkan diri secara optimal; dan (5) menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Suasana kelas dan proses belajar-mengajar yang menerapkan prinsip-prinsip/bernuansa bimbingan tampak sebagai berikut.
a.       Tercipta iklim kelas yang permisif, bebas dari ketegangan dan menemakan individu sebagai subjek pengajaran.
b.      Adanya arahan/orientasi agar terselenggaranya belajar yang efektif, baik dalam bidang studi yang diajarkannya, maupun dalam keseluruhan perkuliahan.
c.       Menerima dan memperlakukan individu sebagi individu yang mempunyai harga diri dengan memahami kekurangan, kelebihan, dan masalah-masalahnya.
d.      Mempersiapkan serta menyelenggarakan perkuliahan sesuai denga kebutuhan dan kemampuan individu.
e.       Membina hubungan yang dekat dengan individu, menerima individu yang akan berkonsultasi dan meminta bantuan.
f.       Dosen/guru berusaha mempelajari dan dan memahami individu untuk menemukan kekuatan, kelemahan, kebiasaan, dan kesulitan yang dihadapinya, terutama dalam hubungannya dengan bidang studi yang diajarkannya.
g.      Memberikan bantuan kepada individu yang menghadapi kesulitan terutama yang berhubungan dengan bidang studi yang diajarkannya.
h.      Pemberian informasi tentang masalah pendidikan, pengajaran, dan jabatan/karier.
i.        Memberikan bimbingan kelompok di kelas
j.        Membimbing individu agar mengembangkan kebiasaan belajar yang baik.
k.      Memberikan layanan perbaikan bagi individu yangmemerlukannya
l.        Berkerjasama dengan dosen, wali kelas, konselor, dan tenaga pendidik lainnya dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh individu.
m.    Memberikan umpan balik atas hasil evaluasi
n.      Memberikan pelayanan rujukan (referal) bagi individu yang memiliki kesulitan yang tidak dapat diselesaikan oleh dosen sendiri.[7]
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Metode bimbingan dan konseling Islam berbeda halnya dengan metode dakwah. Sebagai kita ketahui metode dakwah meliputi : metode ceramah, metode tanya jawab, metode debat, metode percakapan antar pribadi, metode demonstrasi, metode dakwah Rasulullah SAW, pendidikan agama dan mengunjungi rumah (silaturrahmi). Demikian pula bimbingan dan konseling Islam bila dikalsifikasikan berdasarkan segi komunikasi, Pengelompokannya menjadi:
1.      Metode lansung
2.      Metode tidak lansung
Ada beberapa macam teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan individu, yaitu konseling, nasihat, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mengajar bernuansa bimbingan. 


DAFTAR PUSTAKA
Rahim Faqih, Aunur,  Bimbingan Konseling Islam, Jogjakarta: UII Press, 2001
Juntika Nurihsan, Achmad,  Bimbingan Dan Konseling, Bandung: PT Refika Aditama,        2007




[1] Aunur Rahim Faqih, Bimbingan Konseling Islam, (Jogjakarta: UII Press, 2001), Hal 53.
[2] Ibid., Hal 54.
[3] Ibid.,Hal 55
[4] Dr. Achmad. Juntika Nurihsan, Bimbingan Dan Konseling, (Bandung: PT Refika Aditama, 2007), hal 22.
[5] Ibid., hal 22-23
[6] Ibid., hal 24.
[7] Ibid., hal 24-26.

1 ulasan:

  1. Harrah's Cherokee Casino Resort - Mapyro
    Welcome to Harrah's Cherokee Casino Resort. This 대전광역 출장샵 lively 경상남도 출장샵 hotel is 7.3 mi (11.1 km) from 충청남도 출장샵 Harrah's Cherokee Casino and 8.5 mi 광주광역 출장안마 (11.1 km) from McClellan 전라남도 출장마사지 Casino.

    BalasPadam