BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
METODE DAN TEKNIK BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Dalam pengertian harfiyyah, metode adalah
jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan, karena
kata metode berasal dari meta yang berarti melalui dan hodos berarti
jalan. Metode lazim diartikan sebagai jarak untuk mendekati masalah sehingga
diperoleh hasil yang memuaskan, sementara teknik merupakan pernerapan metode
tersebut dalam praktek. Dalam pembicaraan ini kita akan melihat bimbingan dan
konseling sebagai proses komunikasi .Oleh karenanya, berbeda sedikit dari
bahasan-bahasan dalam berbagai buku tentang bimbingan dan konseling, metode
bimbingan dan konseling Islam ini akan diklasifikasikan berdasarkan segi
komunikasi tersebut.
Metode
bimbingan dan konseling Islam berbeda halnya dengan metode dakwah. Sebagai kita
ketahui metode dakwah meliputi : metode ceramah, metode tanya jawab, metode
debat, metode percakapan antar pribadi, metode demonstrasi, metode dakwah
Rasulullah SAW, pendidikan agama dan mengunjungi rumah (silaturrahmi). Demikian
pula bimbingan dan konseling Islam bila dikalsifikasikan berdasarkan segi
komunikasi, Pengelompokannya menjadi: [1]
1. Metode
lansung
2. Metode
tidak lansung
Metode
Lansung
Metode lansung adalah metode
dimana pembimbing melakukan komunikasi
lansung (bertatap muka) dengan orang yang dibimbingnya. Metode ini dapat
dirinci lagi menjadi :
Metode
Individual
Bimbingan
konseling individu yaitu bimbingan konseling yang memungkinkan klien mendapat
layanan langsung tatap muka dalam rangka pembahasan dan pengentasan
permasalahan yang sifatnya pribadi yang dideritanya. Dalam konseling ini
hendaknya konselor bersikap penuh simpati dan empati. Simpati artinya
menunjukkan adanya sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien.
Dan empati artinya berusaha menempatkann diri dalam situasi diri klien dengan
segala masalah-masalah yang dihadapinya. Dengan sikap ini klien akan memberikan
kepercayaan sepenuhnya kepada konselor. Dan ini sangat membantu keberhasilan
konseling.
Bentuk
Khusus Teknik Konseling:
·
Konselor yang
paling berperan
·
Konselor
berusaha mengarahkan konseli sesuai dengan masalahnya.
·
Berpusat pada
konseli
·
Konselor hanya menampung
pembicaraan yang berperan konseli
·
Konseli bebas
bicara, sedangkan konselor menampung dan mengarahkan.
Pembimbing
dalam hal ini melakukan komunikasi langsung secara individual dengan pihak yang
dibimbingnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik :[2]
1. Percakapan
pribadi, yakni pembimbing melakukan dialog langsung tatap muka dengan pihak
yang dibimbing.
2. Kunjungan
ke rumah (home visit), yakni pembimbing mengadakan dialog dengan kliennya
tetapi dilaksanakan di rumah klien sekaligus untuk mengamati keadaan rumah
klien dan lingkungannya.
3. Kunjungan
dan Observasi kerja, yakni pembimbing/konseling jabatan, melakukan percakapan
individual sekaligus mengamati kerja klien dan lingkungannya.
Metode
Kelompok
Pembimbing melakukan komunikasi lansung
dengan klien dalam kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan teknik-teknik:
1. Diskusi
kelompok. Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana murid-murid akan
mendapat kesempatan untuk memecahkan masalah bersama-sama. Setiap murid dapat
menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suatu masalah.
Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggung jawab dan harga diri.
Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggung jawab dan harga diri.
2. Karyawisata
(field trip). Karyawisata atau field trip selain berfungsi sebagai kegiatan
rekreasi atau metode mengajar, dapat pula berfungsi sebagai salah satu tehnik
dalam bimbingan kelompok. Dengan berkaryawisata murid mendapat kesempatan
meninjau objek-objek yang menarik dan mereka mendapat informasi yang lebih baik
dari objek itu. Disamping itu murid-murid mendapat kesempatan untuk memperoleh
penyesuaian dalam kehidupan kelompok, misalnya dalam berorganisasi, kerja sama,
rasa tanggungjawab, percaya pada diri sendiri. Juga dapat mengembangkan bakat
dan cita-cita yang ada. Dalam contoh seorang anak dapat kesempatan untuk
mengembangkan kesenangannya dan bakatnya dalam karyawisatanya. Ia dapat
menunjukkan kemampuannya kepada teman-temannya dan mengembalikan harga dirinya.
3. Sosiodrama.
Sosiodrama dipergunakan sebagai suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah
social dengan melalui kegiatan bermain peranan. Di dalam sosiodrama ini
individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu masalah social. Dalam
kesempatan itu individu akan menghayati secara langsung situasi masalah yang
dihadapinya. Dari pementasan itu kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara
pemecahan masalahnya.
4. Psikodrama.
Jika sosiodrama merupakan tehnik memecahkan masalah social, maka psikodrama
adalah tehnik untuk memecahkan masalah-masalah psychis yang dialami oleh
individu. Dengan memerankan suatu peranan tertentu, konflik atau ketegangan
yang ada dalam dirinya dapat dikurangi atau dihindari. Kepada sekelompok murid
dikemukakan suatu cerita yang didalamnya tergambarkan adanya ketegangan psyshis
yang dialami individu. Kemudian murid-muri d diminta untuk memainkan dimuka
kelas. Bagi murid yang mengalami ketegangan, permainan dalam peranan itu dapat
mengurangi ketegangannya.
5. Remedial
teaching. Remedial teaching atau pengajaran remedial yaitu bentuk pengajaran
yang diberikan seorang murid untuk membantu memecahkan kesulitan belajar yang
dihadapinya. Remedial ini mungkin berbentuk bermacam-macam seperti penambahan
pelajaran, pengulangan kembali, latihan-latihan, penekanan aspek-aspek
tertentu, tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami
murid. Tehnik remedial ini dilakukan setelah diadakan diagnose terhadap
kesulitan yang dialami murid.
Metode
Tidak Langsung
Metode
tidak langsung (metode komunikasi tidak langsung) adalah metode bimbingan/konseling
yang dilakukan melalui media komunikasi masa. Hal ini dapat dilakukan secara
individual maupun kelompok, bahkan massal.
a. Metode
Individual
1. Melalui
Surat Menyurat
2. Melalui
Telepon dsb
b. Metode
Kelompok/massal :
1. Melalui
Papan Bimbingan
2. Melalui
Surat Kabar / Majalah
3. Melalui
Brosur
4. Melalui
Radio (media audio)
5. Melalui
Televisi
Metode
dan teknik mana yang dipergunakan dalam melaksanakan bimbingan atau konseling,
tergantung pada :[3]
a. Masalah/problem
yang sedang dihadapi/digarap
b. Tujuan
penggarapan masalah
c. Keadaan
yang dibimbing/klien
d. Kemampuan
pembimbing/konselor memepergunakan metode/teknik
e. Sarana
dan Prasarana yang tersedia
f. Kondisi
dan situasi lingkungan sekitar
g. Organisasi
dan administrasi layanan bimbingan & konseling
h. Biaya
yang tersedia
2.2
TEKNIK BIMBINGAN
Ada beberapa macam teknik bimbingan
yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan individu, yaitu konseling,
nasihat, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mengajar bernuansa
bimbingan.
1. Konseling
Konseling
merupakan bantuan yang bersifat terapeutik yang diarahkan untuk mengubah sikap
dan perilaku individu. Konseling dilaksanakan melalui wawncara (konseling)
langsung dengan individu. Konseling ditujukan kepada individu yang normal,
bukan yang mengalami kesulitan kejiwaan, melainkan hanya mengalami kesulitan
dalam penyesuaian diri dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.
Dalam
konseling berisi proses belajar yang ditujukan agar konseli (individu) dapat
mengenal diri, menerima, mengarahkan, dan menyesuaikan diri secara realistis
dalam kehidupannya di kampus ataupun luar kampus. Dalam konseling tercipta
hubungan pribadi yang unik dan khas dengan hubungan tersebut individu diarahkan
agar dapat membuat keputusan, pemilihan, dan rencana yang bijaksana, serta
dapat berkembang dan berperan lebih baik di lingkungannya.[4]
2. Nasihat
Nasihat
merupakan salah satu teknik bimbingan yang dapat diberikan oleh konslor ataupun
pembimbing. Pemberian nasihat hendaknya memerhatikan hal-hal sebagi berikut.
a) Berdasarkan
masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh klien (individu),
b) Diawali
dengan menghimun data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi,
c) Nasihat
yang diberikan bersifat alternative yang dapat dipilih oleh individu, disertai
kemungkinan keberhasilan dan kegagalan.
d) Hendaknya,
individu mau dan mampu mempertanggungjawabkan keputusan yang diambilnya.
3. Bimbingan Kelompok
Bimbingan
kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi
kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun
aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan
sosial.
Bimbingan
kelompok dilaksanakan dalam tiga kelompok, yaitu kelompok kecil (2 – 6 orang),
kelompok sedang (7 – 12 orang), dan kelompok besar (13 – 20 orang) ataupun
kelas (20-40 orang). Pemberian informasi dalam bimbingan kelompok terutama
dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang kenyataan, aturan-aturan dalam
kehidupan, dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan tugas, serta
meraih masa depan dalam studi, karier, ataupun kehidupan. Aktivitas kelompok
diarahkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan pemahaman
lingkungan, penyesuaian diri, serta pengembangan diri.[5]
4. Konseling Kelompok
Konseling
kelompok merupakan bantuan kepada individu dalam situasi kelompok yang bersifat
pencegahan dan penyembuhan, serta diarahkan pada pemberian kemudahan dalam
perkembangan dan pertumbuhannya. Konseling kelompok bersifat pencegahan dalam
arti, bahwa individu yang bersangkutan mempunyai kemampuan normal atau
berfungsi secara wajar dalam masyarakat, tetapi memiliki beberapa kelemahan
dalam kehidupannya sehingga mengganggu kelancaran berkomunikasi dengan orang
lain. Konseling kelompok bersifat memberi kemudahan bagi pertumbuhan dan
perkembangan individu, dalam arti memberi kesempatan, dorongan, juga pengarahan
kepada individu-individu yang bersangkutan untuk mengubah sikap dan perilakunya
selaras dengan lingkungannya.
Individu
dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu normal yang memiliki
berbagai kepedulian dan kemampuan, serta persoalan yang dihadapi bukanlah
gangguan kejiwaan yang tergolong sakit, hanya kekeliruan dalam penyesuaian
diri.[6]
5. Mengajar Bernuansa Bimbingan
Bimbingan
waktu mengajar yang dapat dilakukan oleh dosen berupa menjelaskan tujuan dan
manfaat perkuliahan, cara belajar, mata kuliah yang diberikan, dorongan untuk
berprestasi, membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi individu, penyelesaian
tugas, merencanakan asa depan, memberikan fasilitas belajar, member kesempatan
untuk berprestasi, dan lain-lain.
Secara
umum, bimbingan yang dapat diberikan guru/dosen sambil mengajar adalah (1)
mengenal dan memahami individu secara mendalam; (2) memberikan perlakuan dengan
memerhatikan perbedaan individual; (3) memperlakukan individu secara manusiawi;
(4) memberi kemudahan untuk mengembangkan diri secara optimal; dan (5) menciptakan
suasana kelas yang menyenangkan.
Suasana
kelas dan proses belajar-mengajar yang menerapkan prinsip-prinsip/bernuansa
bimbingan tampak sebagai berikut.
a. Tercipta
iklim kelas yang permisif, bebas dari ketegangan dan menemakan individu sebagai
subjek pengajaran.
b. Adanya
arahan/orientasi agar terselenggaranya belajar yang efektif, baik dalam bidang
studi yang diajarkannya, maupun dalam keseluruhan perkuliahan.
c. Menerima
dan memperlakukan individu sebagi individu yang mempunyai harga diri dengan
memahami kekurangan, kelebihan, dan masalah-masalahnya.
d. Mempersiapkan
serta menyelenggarakan perkuliahan sesuai denga kebutuhan dan kemampuan
individu.
e. Membina
hubungan yang dekat dengan individu, menerima individu yang akan berkonsultasi
dan meminta bantuan.
f. Dosen/guru
berusaha mempelajari dan dan memahami individu untuk menemukan kekuatan,
kelemahan, kebiasaan, dan kesulitan yang dihadapinya, terutama dalam
hubungannya dengan bidang studi yang diajarkannya.
g. Memberikan
bantuan kepada individu yang menghadapi kesulitan terutama yang berhubungan
dengan bidang studi yang diajarkannya.
h. Pemberian
informasi tentang masalah pendidikan, pengajaran, dan jabatan/karier.
i.
Memberikan
bimbingan kelompok di kelas
j.
Membimbing
individu agar mengembangkan kebiasaan belajar yang baik.
k. Memberikan
layanan perbaikan bagi individu yangmemerlukannya
l.
Berkerjasama
dengan dosen, wali kelas, konselor, dan tenaga pendidik lainnya dalam
memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh individu.
m. Memberikan
umpan balik atas hasil evaluasi
n. Memberikan
pelayanan rujukan (referal) bagi individu yang memiliki kesulitan yang tidak
dapat diselesaikan oleh dosen sendiri.[7]
BAB
III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Metode
bimbingan dan konseling Islam berbeda halnya dengan metode dakwah. Sebagai kita
ketahui metode dakwah meliputi : metode ceramah, metode tanya jawab, metode
debat, metode percakapan antar pribadi, metode demonstrasi, metode dakwah
Rasulullah SAW, pendidikan agama dan mengunjungi rumah (silaturrahmi). Demikian
pula bimbingan dan konseling Islam bila dikalsifikasikan berdasarkan segi
komunikasi, Pengelompokannya menjadi:
1. Metode
lansung
2. Metode
tidak lansung
Ada
beberapa macam teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk membantu
perkembangan individu, yaitu konseling, nasihat, bimbingan kelompok, konseling
kelompok, dan mengajar bernuansa bimbingan.
DAFTAR
PUSTAKA
Rahim Faqih,
Aunur, Bimbingan Konseling Islam,
Jogjakarta: UII Press, 2001
Juntika Nurihsan, Achmad, Bimbingan Dan Konseling, Bandung: PT
Refika Aditama, 2007
Harrah's Cherokee Casino Resort - Mapyro
BalasPadamWelcome to Harrah's Cherokee Casino Resort. This 대전광역 출장샵 lively 경상남도 출장샵 hotel is 7.3 mi (11.1 km) from 충청남도 출장샵 Harrah's Cherokee Casino and 8.5 mi 광주광역 출장안마 (11.1 km) from McClellan 전라남도 출장마사지 Casino.